Kegiatan Fortasi & P2MK di SMK Farmasi Muhammadiyah Cirebon telah dilaksanakan pada tanggal 14 – 19 Juli 2021 M atau bertepatan dengan tanggal 4 – 9 Dzulhhijjah 1442 H. Kegiatan tersebut merupakan salah satu progam kerja dari Bidang Perkaderan dan Bidang Kajian Dakwah Islami.
Fortasi merupakan kepanjangan atau akronim dari Forum Ta’aruf dan Orientasi Siswa yaitu suatu kegiatan yang terprogram secara sistematis dan terpadu untuk menumbuhkan dan mengembangkan semangat keeberagaman dan kepekaan social serta merangsang kesadaran berkarya untuk mengembangkan minat dan potensi yang ada pada siswa ketika memasuki sekolah Muhammadiyah dan terlibat, baik secara langsung maupun tidak langsung dengan segala kegiatan yang berlangsung di sekolah.
Adapun tujuan diadakannya kegiatan Fortasi untuk terciptanya pelajar muslim yang mempunyai minat dan kemampuan untuk mengembangkan potensi diri serta kesadaran untuk selalu kreatif dan peka terhadap lingkungan social yang dilandasi oleh semangat keagamaan untuk membantu mengorientasikan proses pendidikan siswa di sekolah Muhammadiyah.
Program Pembinaan Mental dan Keagamaan atau disingkat menjadi P2MK adalah suatu kegiatan pembinaan mental kerohanian dan kepribadian yang membentuk akhlak siswa agar memiliki pribadi yang bermoral dan berbudi pekerti, sehingga dapat terhindar dari sifat tercela.
Tujuan diadakannya program pembinaan mental dan keagamaan ini yaitu menjadikan para peserta didik agar dapat mempunyai kepribadian yang sehat serta akhlak yang terpuji, membentuk kader yang berbudi pekerti luhur dengan memperdalam pendidikan Muhammadiyah, menguatkan keimanan terhadap ajaran Al-Quran, dan mengembangkan bakat dan potensi peserta didik dengan membentuk mental sehat, tangguh, kuat, dan pantang menyerah.
Kegiatan Fortasi dan P2MK sama-sama mempunyai manfaat baik untuk para peserta seperti menumbuhkan dan mengembangkan potensi atau bakat yang ada dalam diri, melatih kepercayaan diri dengan mental yang sehat dan kuat, membentuk siswa agar mempunyai akhlak terpuji dan dapat terhindar dari sifat tercela.
Selama kegiatan Fortasi dan P2MK para peserta dibekali dengan banyak ilmu yang disampaikan oleh para guru dan pihak-pihak terkait. Materi yang disampaikan juga dapat memperluas wawasan serta menjadi ladang ilmu untuk para peserta kedepannya. Beberapa materi yang disampaikan tersebut meliputi Kemuhammadiyahan, Ke-ipm-an, Aqidah & Akhlak, Keutamaan Al-Quran & Hadist, dan juga Pembinaan Mental.
Disamping itu juga para peserta disisipi dengan melakukan game-game menarik agar tidak bosan selama kegiatan berlangsung. Games tersebut berupa Teka Teki Silang atau TTS dengan mencari nama simplisia atau nama bahan obat didalamnya.
Kegiatan Fortasi dan P2MK juga menghadirkan nama peserta Fortasi terbaik dan P2MK terbaik yang dilihat dari kriteria penilaian seperti Keaktifan, Penugasan, Komunikatif, Etika serta Kedislipinan dalam menaati peraturan selama kegiatan.
Peserta Fortasi terbaik diraih oleh ananda Fauziyah Ahmad dan Saputra Dirgantara, sedangkan peserta P2MK terbaik diraih oleh ananda Neyna Salshabilla Cherin dan Muhammad Fazri.
(red : Nabila Hani)
