Remaja? Masa perkembangan serta peralihan antara masa anak-anak ke masa dewasa yang mencakup perkembangan fisik, intelektual, emosi dan sosial. Masa remaja berlangsung antara umur 13-18 tahun. Masa remaja rentan terkena masalah kesehatan jiwa seperti stres, gangguan cemas dan depresi yang disebabkan oleh beberapa faktor seperti masalah orang tua, teman dan lingkungan.
- Apa itu stres? Stres adalah reaksi seseorang baik secara fisik maupun psikis apabila ada perubahan dari lingkungan yang mengharuskan seseorang menyesuaikan diri. Contohnya, saat berbeda pendapat dan berdebat dengan teman, guru, adik, kakak, atau orang tua., saat menghadapi ujian, saat dibullying.
- Apa itu gangguan cemas? Rasa khawatir yang sangat berlebihan. Tandanya adanya perasaan cemas yang berlangsung lama dan berat dalam waktu mendadak. Adanya gejala keluhan fisik: diare, gemetar, berkeringat dingin, rasa mual hingga muntah, perasaan tidak nyaman, pegal, tidak bisa tidur, dll.
Dari 8.444 remaja di 9 negara, 27 % merasa cemas dan 15 % mengalami depresi, 46% kurang termotivasi melakukan hobi, 36 % kurang termotivasi mengerjakan pekerjaan rumah, selain itu 43 % anak perempuan dan 36 % anak laki laki memiliki persepsi negatif pada masa depannya, bahkan 73 % merasa butuh pertolongan akan tetapi 40 % nya tidak melakukan apa apa.
Sedangkan apa yang dilakukan anak-anak lain? Rossa, 14 tahun, guatemala, berusaha mengalihkan pikiran buruk degan menulis, menonton dan bernyanyi. Dan Robertto, 17 tahun, costarica, mencari pertolongan profesional. Sedangkan zoaw, 17 tahun, brazil, membangun kebiasaan baik seperti bangun lebih pagi agar lebih produktif.
Perkembangan mental pada remaja adalah suatu proses yang kekal dan tetap dan menuju ke arah suatu organisasi pada tingkat integrasi yang lebih tinggi berdasarkan proses pertumbuhan, kematangan dan belajar dalam menyesuaikan diri yang serius mengakibatkan kemampuan tertentu dan pencapaian tertentu pada remaja.
Mengapa kesehatan mental penting bagi remaja? Karena, mereka artinya dapat mengatasi tekanan kehidupan yang normal, dapat berfungsi secara produktif dan bermanfaat, dan mampu memberikan konstribusi kepada komunitas mereka. Ada sebuah riset yang menunjukan 1 dari 5 remaja di dunia menerima diagnosis masalah kesehatan mental.
Penyebabnya:
- Toxic parents: sikap orang tua yang sangat mempengaruhi kesehatan mental seorang remaja
- Faktor genetik: sikap /faktor karena keturunan
- Faktor psikologis: bisa jadi dalam diri remaja itu sendiri ataupun dari lingkungannya juga
- Takut terinfeksi penyakit
- Terisolasi dari pertemanan
- Durasi screen time yang tinggi
Lalu bagaimana kita tahu bahwa seorang remaja memiliki gangguan kesehatan mental ?
- Menjadi pemarah
- Suka menyendiri
- Terlihat tidak berenergi
- Kehilangan minat
- Penurunan nilai akademik/non
- Perubahan durasi tidur
- Perubahan intensitas makan yang berubah
- Perubahan mood dengan cepat
Jika sudah seperti itu, apa sih yang dirasakan oleh remaja tersebut?
Remaja yang memiliki gangguan kesehatan mental memiliki tingkat kecemasan yang lebih tinggi, jika sudah seperti itu akan membuat remaja lambat laun berpikir untuk mengakhiri hidupnya.
Ada banyak cara yang dilakukan untuk menjaga kesehatan mental seorang remaja:
- Visualisasi
- Refreshing
- Olahraga
- Meditasi
- Senyum
- Jujur
- Menyapa orang
- Bersenang-senang
Jika cara cara tersebut sudah dilakukan dengan baik, maka kecemasan atau gangguan mental yang dideritanya akan perlahan membaik.
Masa idealnya seorang remaja:
Menurut itu beda dengan menarik diri artinya ia tidak banyak komunikasi dengan anggota keluarga. Anak remaja seperti apa sih idealnya? Kalau anak remaja itu biasanya sedang masa-masa rebellious, agak pemberontak, jika dikasih tau tidak bisa, inginnya dengan caranya sendiri, tetapi anak remaja cenderung menarik diri maksudnya tidak ada perlawanan sama sekali dan apakah remaja penurut juga itu masalah? Bisa jadi, dan dapat dilihat dari sikapnya pada orang-orang terdekatnya.
Ada usaha dari remaja ini untuk mencari identitas. Bagaimana mencari identitas? Kadang remaja suka mengikuti fashion, menggeluti hobi tertentu, melakukan minatnya misalnya suka dengan otomotif, menari. Lihat apakah remaja itu melakukan hal-hal itu atau tidak sebagai kegiatan reaktif. Dari situ juga kita bisa melihat indikasi remaja itu punya masalah atau tidak.
Dilihat interaksi remaja di lingkungan sosial, itu indikator utama. Biasanya pada anak remaja yang dilakukan adalah mengembangkan diri secara sosial, secara interpersonal dengan keluarganya, dan mengembangkan diri melalui hobi. Jika salah satu dari aspek tersebut mereka hindari atau tidak dilakukan bisa jadi ada masalah yang sedang mereka alami. Indikasi bisa kita ketahui apakah remaja punya masalah dengan mental. Itu biasanya kita bisa lihat yang paling mudah bagaimana interaksi anak remaja tersebut dalam lingkungan sosialnya, itu indikator utama, mengapa? Karena seharusnya ideal pada masa usia remaja, remaja tersebut akan sangat sekali mementingkan peer group-nya. Ketika seorang remaja memiliki masalah dalam lingkungan teman sebayanya, misalnya tidak memiliki teman sama sekali dan menolak berteman.
